SERUAN KEPADA KAUM TANI UNTUK MEMBANGUN PERSATUAN POLITIK RAKYAT



Di dalam dunia industrial hanya terdapat dua kepentingan fundamental yaitu keuntungan berlipat-lipat ganda bagi kaum 1% (pengusaha /kapitalis) berhadapan dengan tuntutan kesejahteraan hidup yang layak kaum mayoritas (buruh).

Keadaan krisis ekonomi bangsa yang semakin dalam membutuhkan kehadiran malaikat penolong. Malaikat penolong itu adalah investor. Ya investor! Pemilik modal! Itu alasan rejim Jokowi-JK.
Malaikat penolong bersedia datang dengan sarat adanya jaminan kepastian usaha di Indonesia yang aman dapat memberikan keuntungan yang melimpah. Aman dalam pengertian kesetiaan aparat dalam menjaga kapitalnya dan Keuntungan besar karena sumber bahan baku dan upah buruh murah bisa diatur pemerintah.

Negara adalah alat kelas yang berkuasa untuk menindas atau mengeksploitasi kelas yang lain.
PP Pengupahan adalah ungkapan rejim jokowi-JK saat melirik genit pengusaha/kapitalis entah saat pencalonannya setahun silam atau dalam setiap momen-momen temaram. Kini semua itu menjadi malapetaka bagi kaum.
Kaum minoritas sadar bahwa tindakan keserakahan dalam operasi melipatgandakan keuntungan berdampak pada kemiskinan kaum buruh, kerusakan lingkungan dan rusaknya tatanan demokrasi, tentunya akan bergerak simultan dengan perlawanan kaum buruh itu sendiri. Karenanya, kaum pemilik harus selalu bisa merebut hati negara berikut instrumen-instrumen bersenjatanya untuk melenyapkan segala kemungkinan bentuk-bentuk perlawanan kaum buruh.

lagi-lagi Kekerasan terhadap pelaku demokrasi yang menuntut keadilan kembali dipertontonkan oleh aparat kepolisian tadi malam. Kekerasan yang dilakukan aparat bukan semata-mata antipasi terhadap sebab-sebab yang dimungkinkan datang mengganggu ketertiban umum, melainkan cara sistemik sebagai alat penindas kelas mayoritas (buruh) yang menentang kebijakan sistem yang anti buruh. Dalam arti lain Kekerasan aparat tadi malam merupakan cara rejim Jokiwi-JK unjuk gigi kepada rakyatnya, bukan terhadap negara lain sebagaimana janji palsunya tentang Nawacita dan Trisakti.

Tak ada kepatutan apapun bagi Jokowi-JK melanjutkan kepemimpinannya.
Cukup sudah buruh menderita. Cukup sudah buruh dianiaya. Rejim Jokowi-JK bukanlah rejim politik yang melindungi rakyatnya, tapi ia satu kesatuan sistem kerejiman yang mengabdi kepada kepentingan kaum pemilik modal. 

Kini saatnya menghimpun kekuatan rakyat miskin terutama buruh dan tani sebagai kelas mayoritas di negeri ini serta mengikutsertakan pemuda dan mahasiswa.
Perluas Persatuan
Bangun Kekuatan Politik Rakyat
Terus menerus lancarkan perlawanan sampai Rejim Jokowi-JK Turun dan tunduk dibawah kekuasaan kaki rakyat

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »