Okupasi Jalan Utama Penyelesaian Konflik Sengketa Lahan

Dok. Serikat Petani Karawang

Penulis : Hilamn Tamimi
Kepala Departemen Propaganda Serikat Petani Karawang


Okupasi (pendudukan) atau penguasaan fisik atas tanah boleh dibilang sebagai jalan satu - satunya guna merebut kembali hak atas tanah petani yang sudah dirampas oleh korporasi - korporasi besar di negeri ini. Diilustrasikan, dalam permainan sepakbola; Jika salah satu lawan berhasil menguasai bola dalam sebuah permainan di lapangan hijau, maka peluang besar bisa mencetak gol lebih cepat bisa tercipta atau, bahkan bisa memenangkan permainan tersebut.

Pada 24 Juni 2014, sekitar 7000 Polisi dari seluruh Polres se-Jawa Barat dan personil Brimob Mabes Polri menyerang, tiga desa di Kecamatan Teluk Jambe Barat Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat, dan mengusir paksa penduduknya. Belasan Barracuda membombardir penduduk dengan senjata gas air mata bahkan peluru karet hingga seorang petani setempat tertembak. Puluhan petani dan buruh terluka dan belasan petani ditangkap polisi dengan tuduhan menghalangi-halangi prosesi eksekusi lahan seluas 350 hektar dan sebagian lainnya berhasil meloloskan diri. Perusahaan PT Agung Podomoro Land (PT.APL)/PT.SAMP perusahaan APL yang memerintahkan serangan ini.
Tidak hanya serangan darat yang dilancarkan APL/PT.SAMP, serangan melalui lembaga peradilan pun dilancarkannya. Terbukti dari sejumlah gugatan petani tiga desa yang menggugat terhadap prosesi eksekusi yang dinilai melanggar prosedur pun turut dikalahkan Hakim Pengadilan Negeri Karawang dengan putusan sesatnya.

Bahwa muncul dugaan dari pihak petani, PT APL dan anak perusahaannya itu rela berkorban materi hingga ratusan milyar. APL rela bertaruh "Angka Besar" demi tanah tersebut atas dasar iming-iming investasi yang sangat menggiurkan. Plangisasi sebagai tanda penguasaan fisik oleh PT APL pun dipasang di atas tanah seluas 350 hektar, selain itu preman bayaran turut diterjunkan beserta sejumlah aparat Dalmas Polda Jabar lengkap dengan posko penjagaannya juga turut disiagakan oleh pihak APL. 

Meski demikian, petani dengan sejumlah aktivis tani pun tidak tinggal diam. Mereka tanpa lelah terus melawan korporasi property raksasa tersebut. Petani dan aktivis tani melawan bukan tanpa bukti yang valid, sejumlah bukti kepemilikan hak atas tanah petani yang dirampas tersebut masih lengkap. Bahkan sebagian diantara petani yang dirampas tanahnya adalah tanah yang bersertifikat sah kepemilikannya atas Nama petani, kemudian ada pula sebagian besar tanah dengan status kepemilikan hak waris.
Diantaranya bukti kepemilikan masyarakat; Sampai sekarang, masyarakat masih menguasai tanah; Masyarakat tercatat di Buku C Desa dan sesuai dengan peta rincik yang dikeluarkan PBN Jawa Barat; Masyarakat masih melakukan pembayaran pajak dan sesuai dengan yang tercatat di DHKP; Sebagian masyarakat memiliki sertifikat dan sudah dimenangkan di putusan-putusan pengadilan; Sebagian masyarakat memiliki Akta Jual beli; Beberapa putusan pengadilan memenangkan masyarakat pemilik sertifikat;

Petani 3 Desa Sedikit Mulai Sadar
"Pasukan pemenang mendapatkan kemenangannya sebelum berangkat ke medan pertempuran Sun Tzu. Kini petani 3 desa mulai sedikit tersadarkan dari tawaran-tawaran manis perjuangan sejumlah aktivis salon (menara gading) (yang tidak berada di tengah massa berjuang), yang sesungguhnya tawaran itu adalah ilusi belaka. Bahwa kini petani sadar akan berjuang, namun berjuang bukan atas dasar diwakilkan baik kepada individu maupun kepada lembaga sekalipun organisasi gerakan tani itu sendiri. Petani sudah sadar akan perjuangan kolektif (berjuang bersama-sama).

Dengan demikian membangun pekerjaan pendudukan atas tanah untuk dirinya sendiri, memiliki landasan yang nyata. Karena masa telah memiliki kesadaran yang maju dan memadai untuk melakukan pendudukan, merebut tanahnya kembali. Disini aktivis tani terus berpraktek melakukan pengorganisiran masa dan radikalisasi masa guna memajukan dan menguji kesadaran masa sehingga cita-cita besar bersama merebut tanah kembali pada pangkuan petani.


    

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »