PERNYATAAN SIKAP ATAS TEROR MOLOTOV KE SEKRETARIAT SERIKAT PETANI KARAWANG (SEPETAK)


Saya bukanlah seorang pembebas. Pembebas itu tidaklah nyata. Rakyat mampu membebaskan diri mereka sendiri." Che Guevara (1928-1967),
Kata-kata itu mungkin yang terucap dari setiap mulut para pengurus Serikat Petani Karawang sesaat setelah sekretariat tercinta dilempari molotov dini hari tadi entah oleh siapa. Dengan kalimat lain, dihadapan berbagai teror, langkah juang kami Serikat Petani Karawang tidak akan pernah surut. Karena kami Serikat Petani Karawang sadar sesadar-sadarnya bahwa kehormatan dan martabat akan dimiliki kaum tani jika kaum tani berdaulat atas tanah dimana akses atas tanah itu sendiri harus diperjuangkan mati-matian.

Tak ada satu hal pun tanpa bayang-bayang, kecuali terang itu sendiri (Pramoedya). Terang bahwa posisi kami petani tiga desa Serikat Petani Karawang tengah berjuang mengambil kembali tanah kami yang telah dirampas oleh Agung Podomoro Land pada 24 juli 2014. Dan kini tanah kami dikuasai oleh APL dengan penjagaan preman dan aparat Brimob.

Rentetan teror

Saat empat orang petani dari Serikat Petani Karawang melakukan aksi jalan kaki dari Karawang menuju istana negara, Jakarta, pada tanggal 15 nopember 2014 terdapat teror sms kepada ketua umum Serikat Petani Karawang, selang 5 hari teror kembali datang melalui surat ke sekretariat sepetak. Kedua teror tersebut merupakan respon atau reaksi atas aksi petani dalam konflik tanah di tiga desa, Wanasari, Wanakerta dan Margamulya.
Sementara teror molotov terjadi setelah sekitar 7 jam lalu tulisan singkat mengenai kedudukan kaum tani dalam konflik tanah tiga desa yang dikeluarkan oleh Serikat Petani Karawang melalui broad cast, menyebar di BBM dan Medsos.
Jadi tak perlu mencari mengenai hitam kambingnya pelaku teror molotov karena sudah sangat jelas muasal teror tersebut.

Dengan demikian kami Serikat Petani Karawang (SEPETAK) menyatakan sikap :
  1. Mengutuk kebiadaban pelaku teror molotov ke sekretariat SEPETAK.
  2. Kami tidak gentar menghadapi teror dan kami tidak akan pernah menghentikan langkah kaki perjuangan kami melawan perusahaan perampas tanah yang dibekingi aparat brimob.


Dan karena itu kami menyerukan kepada seluruh elemen gerakan rakyat, terutama gerakan tani Indonesia untuk bersatu melawan perusahaan-perusahaan perampok tanah dan bersama-sama melancarkan pemberontakan secara nasional untuk mewujudkan hak atas tanah dalam bingkai Reforma Agraria.

Karawang, 27 Nopember 2014
Serikat Petani Karawang


HILAL TAMAMI
Ketua Umum

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »