wiji tukul I

Toek Sahabat

Sahabatku .,
aku tidak bisa memberi apa-apa.
hanjalah bunji genderang perang kabar dari kawanmu.
saat ini,
aku berada di persimpangan djalan.
apakah aku harus memilih berdjalan diatas kebenaran
ataukah kedamaian.

ternjata aku memilih kebenaran.
biarpun kebenaran itu penuh darah dan nanah.
apalah arti kedamaian kalau hanja menjadi budak.

tidak Sahabatku !,

kita tidak boleh menjadi budak dinegri sendiri. !

mereka sengadja memberikan mimpi tentang kedamaian.
sementara kebenaran telah dirobek-robek
djiwa dan raga kita telah tercabik-cabik
terbuang dalam lautan debu jang sangat hitam.

sahabatku,
biarpun mampus aku rindu,
rindu bersamamu, rindu akan petualangan
rindu akan menumpahkan Adrenalin.
namum aku relakan kerinduan ini untuk tetap berdjuang.
apabila di tengah padang terdengar suara genderang
disanalah kawanmu mengangkat pedang.
sahabatku.
djika kita tak bertemu lagi
dengarlah kata-kataku ini
"kebenaran tidak akan terwujud kalau tidak kita rebut.!"

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »